The Last But Not Least Gitaran Show 3 Des ’17

Komunitas Gitar Klasik Semarang (KGKS) menutup tahun 2017 dengan kegiatan Gitaran Show yang diadakan pada tanggal 3 Desember 2017 di Warung Penang Jl Singosari. Gitaran Show kali ini cukup spesial karena kita kedatangan gitaris muda yang berbakat dan berprestasi di taraf Internasional, yaitu Fauzi Akma Rabbani. Fauzi Akmal adalah gitaris asal Yogyakarta yang sekarang sedang melanjutkan studinya di Universitas Diponegoro Semarang. Fauzi bermain gitar sejak duduk dibanguku sekolah dasar dengan bibimbingan beberapa guru gitar Fauzi berlatih secara intensif hingga saat ini. Pembelajarannya telah membuahkan banyak hasil di kompetisi-kompetisi di Indonesia maupun luar negeri seperti; Juara 1 Tarrega Malaysia International Guitar Festival 2017, Juara 1 Balikpapan Guitar Competition, Solo Junior Category 2015, Juara 1 Nommensen Classical Guitar Competition, Solo Category, Medan 2015, dan masih banyak lagi prestasi yang pernah diraih.

Kegiatan Gitaran Show juga menampilkan beberapa anggota yang membentuk format duet dan kuartet. Dipandu MC oleh Zelika salah satu anggota KGKS, acara dimulai dengan penampilan duet gitar oleh David dan Handana menampilkan Rondo – Ferdinando Carulli. Setelah penampilan duet, selanjutnya penampilan kuartet gitar dari Daggo, Zelika, Eko, dan Azalia menampilkan Hymne Aux Forets – Guy Bergeron. Kedua pemanpilan dari anggota KGKS menghantarkan kita untuk menyaksikan penampilan selanjutnya yaitu dari tamu kita Fauzi Akmal Rabbani. Fauzi menampilkan sekitar 7 lagu klasik dari beberapa komposer. Penampilan yang sangat memukau oleh Fauzi Akmal, ditengah-tengah beberapa lagu yang dimainkan Fauzi menyempatkan diri untuk sharing kepada para anggota KGKS dan penonton yang hadir tentang proses belajarnya yang tidak singkat. Dengan dukungan penuh orangtuanya juga Fauzi bisa tetap bertahan untuk menekuni gitar klasik. Selain gitar klasik Fauzi tidak menutup diri untuk mempelajari beberapa genre musik lainnya seperti alat musik yang dia kuasai yaitu gitar elektrik. Saat sharing terdapat penotnon yang bertanya “Bagaimana Mas Fauzi bisa tetap konsisten belajar gitar klasik sementara anak-anak lain biasanya cepat bosan kalu belajar klasik?” Jawab Fauzi “Pertamanya saya memang disarankan oleh bapak untuk belajar gitar klasik, namun lama kelamaan saya mulai mencintai gitar klasik ini.”

Setelah sharing beberapa saat, Fauzi menlanjutnya permainan gitarnya yang sangat melodius sehingga sangat memukau penonton yang hadir. Sebelum memainkan lagu, Fauzi menjelaskan secara singkat terlebih dahulu akan lagu yang akan dibawakan sehingga memudahkan pendengar untuk memahami lagu tersebut. Dari petikan pertama penonton sudah terlihat serius dan terbawa suasana dari lagu-lagu yang dimainkan, sampai pada petikan terakhir lagu dimainkan penonton baru tersadar dari hipnotis permainan gitar Fauzi dan memberikan apresiasi berupa tepuk tangan. Beberapa lagu dimainkan secara apik oleh Fauzi hingga selesai gitaran show hari itu. Konser berakhir, dilanjutkan MC menutup acara dan terdapat ketua KGKS berterimakasih kepada seluruh penampil, crew, dan penonton yang hadir. Tidak lupa juga Ketua KGKS menyampaikan agenda untuk tahun 2018 kegiatan reguler Sharingan dan Gitaran Show pastinya akan diadakan lagi, dan impian KGKS dari beberapa tahun lalu yaitu Festival Gitar juga rencana akan diselenggarakan. Seperti biasa sebelum pulang ke tempat tujuan masing-masing, para anggota dan penonton melakukan interaksi untuk membangun keakraban antara seniman dan pengapresiasi.

Berikut Gitaran Show 3 Desember 2017, dukung terus musisi Semarang. Kami sangat menghargai apresiasi dari teman-teman sekalian. Trimakasih #vivalaguitara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *