Perbedaan Fingerstyle dan Klasik Gitar

Apa sih bedanya fingerstyle dan klasik gitar?

Apakah beda alatnya? Apakah beda cara mainnya? Apakah beda lagu-lagunya?

Mari kita simak…

 

Gitar Fingerstyle

Untuk pengertian fingerstyle secara umum, fingerstyle adalah teknik bermain gitar dengan memetik senar secara langsung. Jadi dalam permainan fingerstyle ini pemain menggunakan jari-jarinya untuk memetik senar bukan hanya dua jari untuk strumming (genjreng). Beberapa pemain juga senang menggunakan fingerpick saat memetik senar. Disamping untuk menunjang kualitas nada yang dihasilkan, fingerpick juga sangat membantu teman-teman yang memiliki karakter kuku yang lemah supaya tidak mudah patah pada saat memetik senar gitar.

Fingerpick

Dalam pemainan fingerstyle mereka akan memainkan melodi, harmoni, dan ritme secara bersamaan, tentunya dengan teknik khusus. Para pemain gitar fingerstyle biasanya penggunakan gitar senar baja (steel strings) atau biasa disebut gitar akustik.  Gitar akustik memiliki bentuk dan ukuran tersendiri, neck dari gitar akustik lebih panjang dan lebih kecil dari gitar klasik. Gitar ini banyak dipilih karena memiliki karakter suara yang nyaring. Selain itu, gitar akustik juga dirasa cukup menunjang dalam memainkan beberapa teknik fingerstyle.

Pada dasarnya teknik dari permainan gitar klasik dan fingerstyle tidak jauh berbeda. Keunikan dari permainan fingerstyle ini adalah kebebasan. Jadi pemain gitar fingerstyle bebas untuk mengeksplorasi permainan gitarnya. Tak jarang gitaris fingerstyle menirukan irama drum dengan memukul bagian tubuh gitar. Permainan gitar terasa lebih ramai dengan tambahan-tambahan ritmis yang ada. Lagu-lagu yang dibawakan gitaris fingerstyle biasanya adalah lagu-lagu pop yang diaransemen dan dimainkan oleh satu gitar saja.

Tokoh-tokoh Gitaris Fingerstyle:

  • Peppino D’Agostino
  • Pierre Bensusan
  • Pat Danohue
  • Alex de Grassi
  • Tommy Emmanuel
  • Laurence Juber
  • Martin Simpson
  • Andy Mckee
  • Sungha Jung
  • Jubing Kristianto (Indonesia)
  • dll.

Gitar Klasik

Permainan gitar klasik juga memetik menggunakan jari-jari. Gitaris klasik tidak menggunakan fingerpick dikarenakan senar nilon yang lebih bersahabat dengan jari, dan keaslian suara yang dibuat oleh perpaduan kuku dan daging ujung jari lebih digemari gitaris klasik. Karena bersentuhan langsung dengan jari-jari kita maka suara dapat lebih mudah dikontrol. Makadari itu gitaris klasik pasti akan memberikan perawatan khusus terhadap kuku-kukunya. Tidak hanya wanita yang memiliki kuku indah, gitaris-gitaris laki-laki pun juga sangat perhatian dengan kukunya, *tentunya dengan alasan mencari karakter suara bukan kecantikan.  Pada permainan gitar klasik mereka memiliki standar tersendiri dalam pemakaian gitar. Gitar yang digunakan adalah gitar senar nilon dan memiliki bentuk yang standar pula.  Senar nilon dipilih karena karakternya yang hangat, nyaman ditelinga. Karakter senar nilon juga lebih lentur dari senar baja sehingga nyaman ditangan sehingga sangat mendukung dalam memainkan beberapa teknik seperti; slur, glisando, dll.

Permainan gitar klasik memang tidak sebebas fingerstyle. Dalam bermain gitar klasik semua permainan didasarkan pada partitur yang ada. Pemain tidak diperbolehkan terlalu banyak menambahi atau mengurangi nada-nada yang akan dimainkan, karena terkesan merubah esensi dari lagu tersebut, kecuali lagu tersebut diaransemen oleh seseorang. Pendalaman teknik dari gitaris yang akan sangat menunjang permainan gitar mereka. Jika pemain belum menguasai teknik tertentu maka mereka akan kesulitan pula untuk memainkan sebuah lagu.

Tokoh-tokoh Gitaris Klasik:

 

  • Julian Bream
  • Christopher Parkening
  • Pepe Ramero
  • David Russell
  • Andres Segovia
  • John William
  • Andre Indrawan (Indonesia)
  • Rahmat Raharjo (Indonesia)
  • dll.

 

Perbedaan Fingerstyle dan Klasik Gitar

  1. Jenis gitar yang digunakan (bentuk, ukuran, senar)
  2. Cara memainkan/ teknik (kebebasan dan keteraturan)
  3. Cara mempelajari (fingerstyle dengan mendengar/ membaca tabulasi gitar, klasik dengan membaca partitur)
  4. Lagu yang dimainkan (fingerstyle; lagu-lagu pop, klasik; lagu-lagu tertulis dari era-era yang ada)

 

Jadi mana permainan gitar yang bagus?

Semua permainan tidak ada yang bagus ataupun jelek, adanya hanyalah enak dan tidak enak. Enak dan tidak enak itu kembali kepada selera masing-masing. Jangan saling merendahkan, karena semua punya keunikan.

#vivalaguitara

 

Sumber :

http://www.fingerstyleguitar.com/history.php

http://www.oocities.org/gitarklasikindonesia/indonesianguitaristprofiles.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *