Pentingnya Teknik dalam Bermain Musik

Pada beberapa waktu lalu KGKS mengadakan SHARINGAN yang merupakan program rutin yang dibuat untuk gitaris-gitaris klasik dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Sudah dua kali ini tema SHARINGAN adalah technique class dimana kita tema utamanya adalah mengulas 120 Etude dari Mauro Giuliani. Memang tidak bisa dipungkiri terkadang berlatih teknik gitar klasik itu sangatlah membosankan, tapi ternyata dari teknik itulah yang dapat menunjang kita dalam memainkan sebuah repertoar yang akan kita bawakan kata Bapak Heru Masloman.

Kali ini kita kedatangan tamu spesial yaitu Bapak Heru Masloman. Beliau adalah gitaris klasik lulusan ISI Yogyakarta yang telah melang-lang buana dan beru beberapa waktu ini beliau ditugaskan di Semarang dan bergabung dengan KGKS. Bapak Heru banyak sekali berbagi kepada kita bagaimana melatih teknik gitar klasik dengan baik dan benar. Beliau berkata bahwa level dari teknik kita sebaiknya ada di atas level lagu yang akan kita bawakan, karena jika kita memainkan lagu yang belum sesuai dengan level teknik kita maka lagu yang kita bawakan juga tidak akan maksimal. Namun sebaliknya, jika kita bermain lagu-lagu simpel tapi menggunakan teknik yang baik maka lagu itu juga akan menjadi istimewa.

Teknik gitar klasik yang paling dasar menurut beliau adalah posisi duduk dan posisi jari kita saat memetik senar. Kebanyakan dari kita belum terlalu memperhatikan dua hal tersebut. Seperti posisi duduk yang benar akan sangat memudahkan kita menemukan posisi jari yang benar. Posisi jari yang benar saat memetik gitar yaitu senar tidak boleh seperti “dicangkul” tapi diayunkan saja dengan posisi kari miring ke arah badan gitar tidak miring ke bawah ataupun tegak lurus dengan senar. Bentuk dan panjang kuku juga sangatlah mempengaruhi kualitas suara yang akan kita keluarkan.

Setelah membahas hal-hal dasar mengenai gitar klasik, kami masuk ke materi sharingan yaitu 120 Etude. Disitu beliau menyuruh kami untuk mencoba satu persatu dengan memainkan etude tersebut. Jika ada kesalahan beliau segera mengingatkan kami dan membenarkan posisi kami. Lalu bukan hanya arpegio yang rata yang ditekankan di sini, tetapi ada beberapa bagian yang memang harus diberi penekanan (aksen) gunanya untuk melatih pergerakan jari itu sendiri. Dengan begitu kami mengetahui pergerakan jari kami ini benar-benar karena kemauan kami atau hanyalah gerakan refleks saat bermain gitar. Disitu juga dapat melatih jari-jari dimana harus keras untuk memunculkan melodi, dimana sebuah melodi itu dapat muncul dimana saja dan tidak selalu dinada teratas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *