ORKESTRARA ENAM DAWAI – JUBING KRISTANTO

Siapa yang tak kenal dengan Jubing Kristanto?

Nama beliau memang sudah tak asing lagi dikalangan para gitaris khususnya para gitaris fingerstyle Indonesia. Kemampuannya memang sudah tidak diragukan lagi, terumata dalam bermain solo gitar dan aransemen gitar tunggalnya. Dengan instrumen yang sederhana dan banyak dikenal masyarakat yaitu gitar klasik beliau dapat mengolah sebuah lagu menjadi lebih menarik. Dari instrumen yang memiliki enam senar ini beliau memainkannya dengan sangat maksimal sehingga dapat memproduksi yang tidak kalah kayanya dengan sebuah orkestra. Dalam satu gitar beliau dapat memainkan permainan bass, rithme, dan melody secara bersamaan, tentunya dengan teknik-teknik yang mendukung juga. Karena kekayaan bunyi yang dihasilkan dari permainan gitar beliau, maka kami mengambil tema Orkestra Enam Dawai sebagai tema utama dari dua kegiatan kami.

Kegiatan Orkestra Enam Dawai terdiri dari dua buah kegiatan mulai pk 16.00-selesai, yang pertama adalah kegiatan masterclass yang diikuti oleh empat peserta aktif yang masing-masing mendapatkan waktu selama 30 menit untuk belajar secara langsung dengan Jubing Kristanto. Selain membahas mengenai teknik permainan Jubing juga berbagi mengenai aransemen lagu yang dimainkan, karena beberapa juga membawakan lagu hasil aransemen mereka sendiri. Kegiatan masterclass ini bersifat terbuka, sehingga teman-teman juga dapat mengikuti masterclass sebagai peserta pasif. Setelah keempat peserta selesai mengikuti masterclass, dilanjutkan acara pembagian sertifikat kepada peserta aktif dan foto bersama.

Kegiatan Orkestra Enam Dawai kedua dimulai pk 19.00 yang merupakan kegiatan workshop aransemen gitar tunggal.  Workshop Orkestra Enam Dawai dibuka oleh permainan dari beberapa anggota KGKS yang menampilkan format kuartet. Penampilan dibuka oleh kuartet dari David, Zelika, Eko, dan Azalia menampilkan lagu Turkish March aransemen dari Agus Belbu. Setelah penampilan dari kuartet gitar terdapat penampilan spesial, duet oleh Agus Belbu dan Jubing Kristanto yang menampilkan lagu Lagrima dari Francisco Tarrega dan Vals Venezolano yang diaransemen ulang. Selanjutnya  acara dipandu oleh Azalia yang merupakan ketua Komunitas Gitar Klasik sendiri dengan melanjutkan ke acara selanjutnya yaitu workshop aransemen gitar tunggal Orkestra Enam Dawai. Workshop dibuka dengan penampilan solo gitar oleh Jubing Kristanto menampilkan lagu Hujan Fantasy karya dari beliau sendiri. Workshop Orkestra Enam Dawai ini dibawakan secara santai oleh Jubing, sehingga para peserta workshop dapat lebih mudah untuk berinteraksi secara langsung kepada narasumber yaitu Jubing Kristanto.

Sebelum membahas yang lebih dalam, Jubing Kristanto membahas mengenai gitar klasik terlebih dahulu. “Orang kenal dengan alat musik pengiring, tapi sebenranya gitar ini merupakan instrumen polofoni yaitu instrumen yang dapat memainkan beberapa nada sekaligus” kata Jubing Kristanto. Setelah itu beliau menjelaskan tahap-tahap mengaransemen gitar tunggal yang paling simpel adalah dengan mengubah ritmik lagu. Selain merubah ritmik tahap selanjutnya kita bisa membuat variasi pada melodi, akord, ataupun bass yang kita mainkan. Workshop Orkestra Enam Dawai berjalan dengan santai, terlihat beebrapa peserta juga melakukan tanya jawab secara langsung. Setiap pertanyaan dijawab secara jelas dengan penjelasan lisan dan contoh-contoh yang diberikan. Jubing Kristanto memberikan tips pada akhir workshopnya bagi teman-teman yang tertarik bermain gitar fingerstyle seperti yang Jubing mainkan yaitu dengan belajar gitar klasik. Mengapa harus gitar klasik? Jubing mengatakan bahwa gitar klasik ini merupakan dasar dari bermain fingerstyle, dan dari permainan gitar klasik kita bisa mendapat banyak teknik yang bisa kita terapkan saat memainkan lagu-lagu non-klasik.

Workshop sudah berakhir, dan saatnya kuis berhadiah. Dengan dipandu MC, beberapa pertanyaan dilontarkan ke para peserta workshop. Antusiasme peserta terlihat saat menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar materi workshop. Pertanyaan terakhir untuk mendapatkan hadiah utama dilontarkan langsung oleh Jubing Kristanto, pertanyaan yang cukup sulit namun para peserta tidak menyerah untuk mencoba menjawab. Masih acara bagi-bagi hadiah, selanjutnya adalah pengumuman pemenang lomba foto logo KGKS. Beberapa minggu sebelum kegiatan workshop ini KGKS mengadakan lomba foto logo KGKS di instagram yang diikuti oleh beberapa anggota KGKS yang kemudian fotonya di re-post oleh akun KGKS. Juri dari lomba foto tersebut adalah Jubing Kristanto sendiri yang memilih mana foto yang terbaik, dan pemenang foto yang terbaik jatuh pada Yudha Pra founder dari KGKS yang mengupload foto logo stiker KGKSnya di hardcase gitar yang selalu beliau bawa kemana-mana.

Dan untuk memeriahkan acara lebih lagi, Jubing Kristanto kesempatan kepada teman-teman yang ingin melakukan jam sesion. Jam sesion yang pertama diikuti oleh para senior gitar klasik yaitu Bapak Handana Wirakarta dan Bapak Yudha yang bermain bersama Jubing Kristanto. Dilanjutkan jam sesion dari tiga peserta workshop lainnya. Demikian kegiatan Masterclass dan Workshop Orkestra Enam Dawai, trimakasih untuk teman-teman yang sudah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan kali ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *