Gitar Klasik

Siapa yang tidak mengenal gitar? Alat musik ini memang sangat populer dimasyarakat karena harganya yang terjangkau dan mudah untuk dibawa-bawa membuat alat musik ini menjadi populer. Namun terkadang karena sangat populer instrumen ini dipandang sebelah mata. Padahal kalau kita ingin mengetahui lebih dalam lagi gitar ini memiliki banyak faktor yang dapat menentukan kualitas suara yang dihasilkan khususnya pada gitar klasik atau orang lebih mengenal dengan sebutan “gitar bolong”. Di sini saya akan mengulas tentang gitar klasik yaitu gitar yang digunakan untuk bermain musik klasik supaya pemain gitar klasik dapat lebih mengerti tentang gitar yang mereka gunakan.

Gitar adalah alat musik petik yang terbagi dalam tiga bagian utama yaitu kepala gitar, leher gitar, dan tubuh gitar. Pada bagian kepada terdapat tunning peg untuk menyetem gitar. Pada bagian leher terdapat fret yang pada standarnya terdapat 19 fret. Pada bagian tubuh gitar terdapat lubang resonansi tempat keluarnya suara getaran yang dihasilkan dari senar gitar. Gitar klasik memiliki enam senar yang terbuat dari senar nilon, dengan nada pada senar lepasnya adalah E A d g b e’. Kayu yang biasa digunakan gitar klasik adalah kayu spruce atau cedar pada bagian depan, bagian belakang dan samping terbuat dari rosewood.

Untuk membedakan kayu spruce atau cedar kita dapat melihat dari warnanya, spruce terlihat lebih terang dari pada cedar. Selain itu jenis kayu juga sangat berpengaruh dengan suara yang dihasilkan. Ada yang berpendapat spruce memiliki karakter suara yang jernih, seimbang (tidak terlalu treble atau low), dan memiliki sustain yang panjang. Sedangkan cedar memiliki karakter hangat dan suara lebih cenderung ke frekuensi rendah (low). Semua karakter itu kembali kepada selera masing-masing pemain tidak ada yang menentukan mana yang paling bagus.http://www.kentguitarclassics.com

Sejak tahun 1946 senar nilon mulai digunakan untuk gitar klasik dengan tiga senar rendahnya dililit oleh kawat halus. Sebelum menggunakan senar nilon, senar gitar klasik dibuat menggunakan usus hewan atau benang sutra. Senar sendiri terdapat beberapa jenis yaitu low tension, normal tension, dan high tension. Senar bagi menurut diameter dan ketegangan yang dihasilkan. Untuk senar low tension  cenderung ringan karena berdiameter kecil, namun memiliki karakter yang kurang kuat. Senar normal tension memiliki ketegangan sedikit lebih tinggi dari low tension.

Senar high tension memiliki diameter yang besar dan ketegangan yang kuat cenderung lebih berat saat ditekan. Namun karatker senar pastinya akan berbeda-beda tergantung gitar yang digunakan dan merk senar yang dipilih, dan lagi-lagi semua jenis senar kembali kepada selera dan kebutuhan pemain. Kebanyakan pemain gitar klasik menggunakan normal tension karena tidak terlalu berat saat ditekan dan karakter sudah cukup baik. Dan beberapa gitaris klasik profesional mereka lebih memilih jenis high tension karena mereka merasa karakter yang dihasilkan akan lebih kuat, dengan mempertimbangkan jenis kayu gitar klasik yang digunakan dan ketrampilan memainkan gitar klasik yang menunjang karakter yang dihasilkan dari senar tersebut dapat maksimal.

Beberapa contoh senar yang biasa digunakan

Keras tidaknya senar juga berpengaruh dari tinggi rendahnya nut dan sadel yang menyangga senar. Semakin tinggi sadel makan jarak senar dengan bagian leher gitar juga akan semakin jauh dan membuat senar terasa berat saat ditekan. Untuk mengaturnya dapat dilakukan sendiri namun lebih baik untuk membawa kepada ahlinya untuk mendapatkan ukuran yang sesuai jangan sampai terlalu rendah karena akan mengganggu kejernihan suara pada gitar klasik.

Jika anda memiliki info maupun pendapat lain silahkan tuliskan komentar dibawah.

Gambar diambil dari

www.tutorialgitar.com/cara-mudah-belajar-gitar-klasik

www.kentguitarclassics.com/guitars

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *